23 Oktober, 2008

EFEK PEMBELAJARAN MELALUI METODE SATUAN LINGKARAN TERHADAP PEMAHAMAN TRIGONOMETRI SISWA SMA

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) efek metode lingkaran satuan terhadap pemahaman trigonometri siswa, 2) ketuntasan belajar trigonometri siswa dengan metode satuan lingkaran, 3) sikap siswa terhadap pembelajaran trigonometri. Penelitian ini difokuskan kepada topik trigonometri SMA dengan metode satuan lingkaran. Meskipun penelitian dalam pembelajaran trigonometri dengan metode rasio di negara lain telah menunjukkan peningkatan dalam prestasi belajar trigonometri (Kendal & Stacey, 1997; Blackett & Tall, 1991), namun sampai sekarang belum ada data empiris yang ditunjukkan tentang keefektifan metode satuan lingkaran terhadap pemahaman trigonometri, khususnya pada sekolah-sekolah di Indonesia yang berlevel menengah dan bawah. Salah satu sebab timbulnya kekeliruan (mistake) dan kesalahpahaman (misconceptions) siswa dalam belajar trigonometri adalah cara pengajaran yang masih difokuskan kepada hafalan dengan metode rasio (Orhun, 2007). Akibat lain, siswa kesulitan menerapkan trigonometri pada pembahasan selanjutnya, dan pada bidang ilmu lain, seperti dalam belajar fisika (I Nyoman Arcana, 2005). Dengan demikian, dalam penelitian ini diajukan sebuah hipotesis dan dua buah pertanyaan.

Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan desain kelompok beracak-kontrol-pretes-postes. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari-Juni 2008, bertempat di SMA Negeri 7 Yogyakarta. Sampel ditentukan sebanyak dua kelas, dan dipilih secara acak dari kelompok (populasi) yang homogen untuk menentukan kelompok eksperimen (E) dan kelompok kontrol (K). Subjek penelitian ini sebanyak 64 siswa, masing-masing kelompok terdiri dari 32 siswa. Pada kelompok eksperimen, pembelajaran trigonometri diberikan melalui metode lingkaran satuan, sedangkan pada kelompok kontrol, pembelajaran trigonometri diberikan dengan metode rasio. Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas, instrumen tes diujicobakan kepada 75 siswa (Shumway, 1980: 55), dan terpilih lima item soal pretes dan postes. Diawal pembelajaran, kedua kelompok diberikan pretes, dan diakhir pembelajaran, kedua kelompok diberikan postes dan angket sikap siswa. Data skor siswa dianalisis dengan analisis kovarians (α = 0,05) dan dihitung Effect Size (ES) untuk mengetahui tingkat signifikansi kedua metode belajar. Besarnya ketuntasan belajar trigonomteri, dan data angket sikap disajikan dalam persentase.

Hasil analisis kovarians (F = 39,74, dan p <>Effect size (ES = 0,89) ditafsirkan bahwa pemahaman trigonometri siswa yang pembelajarannya dengan metode satuan lingkaran secara statistik signifikan lebih baik daripada metode rasio. Persentase ketuntasan belajar trigonometri dengan metode satuan lingkaran lebih banyak (SKM = 70%, siswa yang mencapai SKM di atas 84% sebesar 89%, dan siswa yang belum mencapai SKM di atas 84% sebesar 11%) daripada metode rasio (SKM = 70%, siswa yang mencapai SKM di atas 84% sebesar 76%, dan siswa yang belum mencapai SKM di atas 84% sebesar 24%). Sikap siswa terhadap pembelajaran trigonometri dengan metode lingkaran satuan secara umum ditafsirkan positif (positif = 84%, netral = 2%, negatif = 14%). Sikap siswa terhadap pembelajaran trigonometri dengan metode rasio secara umum ditafsirkan positif (positif = 81%, netral = 0%, negatif = 19%). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelompok yang belajar dengan metode lingkaran satuan lebih aktif belajar trigonometri dan adanya proses kolaborasi, sedangkan kelompok yang belajar dengan metode rasio pasif belajar trigonometri dan lebih banyak bermain dengan teman sebangkunya.



Kata Kunci: trigonometri, metode satuan lingkaran, metode rasio