26 Oktober, 2008

Efek Minum TEH Sebelum atau Sesudah Makan Makanan Berkarbohidrat

Prof Dr dr Sutaryo dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar Fakultas Kedokteran pernah mengungkapkan bahwa minum teh setelah makan adalah kebiasaan buruk. Sebab minum dapat teh dapat menyebabkan hambatan penyerapan zat besi dalam tubuh hingga 80 persen. Padahal, lanjut Sutaryo, zat besi sangat dibutuhkan dalam upaya pertumbuhan kualitas tubuh manusia. Ia menambahkan, persoalan zat besi masih menjadi persoalan serius bagi Indonesia. Bahkan menurut Sutaryo, kekurangan zat besi telah ikut menjadi andil besar rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia.Menurutnya, zat besi menjadi sangat penting dalam kualitas manusia karena setiap pertumbuhan sel manusia membutuhkan keberadaan zat besi ini. Zat besi digunakan sebagai profilerasi dan diferensi sel, termasuk sel syaraf, otot, tulang dan organ lain. Kekurangan zat besi ini biasanya terjadi pada anak-anak. Dan salah satu ciri anak yang mengalami kekurangan zat besi ini antara anak akan menjadikan anak merasa cemas, depresi, gangguan perhatian. Dan pada akhirnya akan mengganggu prestasi sekolah mereka.
Pernyataan Sutaryo itu juga menguatkan hasil penelitian para periset di Barat, TA Morck SR Lynch dan JD Cook, yang pernah dipublikasikan The American Journal of Clinical Nutrition pada 1983. Menurut riset itu, minum teh paling tidak sejam sebelum atau setelah makan akan mengurangi daya serap sel darah terhadap zat besi 64 persen. Pengurangan daya serap akibat teh ini lebih tinggi daripada akibat sama yang ditimbulkan oleh konsumsi segelas kopi usai makan. Kopi, menurut riset itu, mengurangi daya serap hanya 39 persen.
Pada teh, pengurangan daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat tanin. Selain mengandung tanin, teh juga mengandung beberapa zat, antara lain kafein, polifenol, albumin, dan vitamin. Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan,terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, sayur-mayur, dan kacang-kacangan. Sebaiknya Teh Diganti Air Jeruk. KALAU memang mau menghindari teh dan mendapatkan banyak zat besi, sebaiknya teh digantikan air jeruk sebagai peneman makan. ''Makan nasi pecel dengan jeruk memperbesar penyerapan zat besi bila dibandingkan dengan minum es teh," kata Dr JC Susanto SpA (K) pada Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, seperti dikutip dari situs Balita-Anda. Kenapa? Vitamin C rupanya memperbesar penyerapan zat besi oleh tubuh. Apakah fakta ini membuat minum teh harus ''diharamkan" sama sekali? Jangan salah. Soalnya, the mengandung zat lain yang berfungsi positif. Zat xantine, misalnya, berfungsi merangsang susunan saraf pusat. Rangsangan itu bisa menstimuli saraf simpatik yang mengakibatkan aliran darah menjadi lebih aktif. Selain itu, xantine juga mempunyai efek laxan dan dioritik, sehingga orang yang mengonsumsi teh akan sering buang air. Kiat lain minum the adalah memberikan jeda minum teh setelah makan, misalnya dua jam setelah makan. Jeda itu diperlukan karena rentang waktu itu diperkirakan cukup bagi usus 12 jari dan usus halus bagian atas untuk melakukan proses penyerapan makanan. Jadi, boleh-boleh saja menyeruput teh kapan pun, asal tidak setelah makan.

Sumber: http://www.tribun.timur.com

Harian Tribun Timur Makasar (Edisi: Minggu, 13-07-2008)